1. Baca kode
Barcode reader industri atau kamera membaca barcode, QR, atau DataMatrix pada produk/paket yang lewat di conveyor — tanpa produk harus berhenti.
Barcode sorting memilah produk atau paket ke beberapa jalur berdasarkan isi barcode, QR, atau DataMatrix yang dibaca di conveyor. Kami siapkan barcode reader, logika sortir, dan integrasinya ke PLC serta database — sehingga pemilahan per SKU, batch, atau tujuan berjalan otomatis.
Barcode reader industri atau kamera membaca barcode, QR, atau DataMatrix pada produk/paket yang lewat di conveyor — tanpa produk harus berhenti.
Isi kode dicocokkan ke aturan sortir: prefix kode, nomor SKU, nomor batch, atau tujuan pengiriman dari database/WMS.
Encoder conveyor melacak posisi produk dari titik baca sampai titik pengalih, sehingga produk yang tepat dibelokkan walau jaraknya beberapa meter.
PLC menggerakkan diverter (pusher, swing arm, atau pneumatic blower) ke jalur yang sesuai. Kode yang tidak terbaca masuk jalur no-read untuk dicek manual.
Sistem barcode sorting paket yang kami pasang: kamera di atas conveyor membaca barcode pada label resi tiap paket, gambar dan hasil bacaannya tampil di monitor, lalu pendorong di sepanjang conveyor membelokkan paket ke keranjang tujuan masing-masing. Paket berupa kotak maupun amplop/polybag bisa dibaca selama labelnya menghadap kamera.
Prinsip yang sama dipakai untuk barcode sorting produk di pabrik: yang dibaca kode SKU atau batch, bukan resi.
Sortir paket per kurir, kota tujuan, atau rute berdasarkan barcode resi — menggantikan pemilahan manual di area outbound.
Lini yang menjalankan beberapa varian sekaligus: tiap produk dibaca kodenya lalu dipisah per SKU sebelum palletizing atau pengemasan akhir.
Produk dari batch berbeda dipisah otomatis berdasarkan nomor batch di kode, menjaga traceability dan mencegah lot tercampur.
Barang retur dibaca kodenya lalu diarahkan ke area restock, rework, atau pemusnahan sesuai statusnya di sistem.
Di lini sortir, posisi barcode jarang seragam. Solusinya beberapa reader dari beberapa sisi (atas, samping, bawah) atau reader dengan bidang pandang lebar — bukan satu scanner di satu sisi.
Setiap kode yang gagal terbaca berarti produk masuk jalur no-read. Pemilihan reader, jarak, dan pencahayaan menentukan apakah read rate mencapai target lini Anda.
Makin rapat dan cepat produk lewat, makin ketat waktu antara baca dan belok. Jarak minimum antar produk harus dihitung sejak desain awal.
Aturan sortir sederhana bisa disimpan di PLC; aturan yang berubah tiap hari (tujuan paket, order) perlu terhubung ke database atau WMS.
Barcode sorting adalah sistem yang membaca barcode, QR, atau DataMatrix pada produk atau paket di conveyor, lalu membelokkannya ke jalur tertentu sesuai isi kode — misalnya per SKU, nomor batch, kurir, atau kota tujuan. Pembacaan dilakukan barcode reader industri, keputusan sortir oleh PLC atau software, dan pemindahan oleh diverter.
Barcode sorting memilah berdasarkan isi kode yang tercetak pada produk. Kamera sorting memilah berdasarkan tampilan visual seperti warna, ukuran, atau bentuk. Keduanya bisa digabung bila produk perlu dipilah berdasarkan kode sekaligus dicek visualnya.
Produk yang kodenya tidak terbaca diarahkan ke jalur no-read untuk dicek manual, sehingga tidak masuk ke jalur yang salah. Jumlah no-read ditekan dengan pemilihan reader, posisi baca dari beberapa sisi, dan pencahayaan yang sesuai.
Bisa. Aturan sortir sederhana dapat disimpan di PLC, sedangkan aturan yang berubah tiap hari seperti tujuan paket atau order dapat diambil dari database atau WMS, dan hasil sortir tiap kode dicatat kembali ke sistem.
Ceritakan jenis kode, kecepatan conveyor, dan jumlah jalur tujuan Anda. Kami uji pembacaan kode dengan sample produk Anda sebelum menyusun desain sistemnya.